Sekarang Maulud Nabi Muhammad Saw. kan?
Maka dari itu, Fara akan memposting tentang keistimewaan dan kemuliaan
Rasulullah saw.
Dihimpun oleh mufti Al-‘Allamah sayyid Muhammad bin ‘Alwiy Al-Maliky Al-Hasany di dalam bukunya, “Muhammad Saw. Al-Insanul-Kamil”, inilah keistimewaan dan kemuliaan Rasulullah saw. tersebut :
Dihimpun oleh mufti Al-‘Allamah sayyid Muhammad bin ‘Alwiy Al-Maliky Al-Hasany di dalam bukunya, “Muhammad Saw. Al-Insanul-Kamil”, inilah keistimewaan dan kemuliaan Rasulullah saw. tersebut :
- Muhammad Rasulullah Saw. adalah manusia pertama yang diciptakan Allah Swt., yaitu ketika Nabi Adam a.s. masih dalam keadaan antara roh dan jasadnya. (Dari Hadits Tirmidzy)
- Allah Swt. telah menetapkan bahwa semua Nabi sebelum beliau, mulai dari Nabi Adam a.s. hingga Nabi Isa a.s. terikat oleh janji bahwa mereka akan mengimani dan membela kebenaran beliau Saw. (QS Ali ‘Imran [3]: 81)
- silsilah asal-usul beliau Saw. mulai dari Nabi Adam a.s. hingga Abdullah bin Abdul Muththalib tidak seorang pun dari meraka yang tidak melakukan perbuatan tidak senonoh. (Dari Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dll)
- Pada saat kelahiran beliau Saw. bundanya melihat cahaya memancar menerangi istana-istana megah di Syam. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal)
- Pada saat beliau sedang berjalan di terik matahari, gumpalan-gumpalan awan memayunginya. (Diriwayatkan oleh Abu Na’im dll)
- Pernah terjadi ketika beliau Saw. sedang berjalan dan hendak berteduh di bawah pohon, pohon itulah yang bergerak mendekati beliau. (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy)
- Ketika beliau Saw. masih kanak-kanak di bawah asuhan ibu susuannya, Halimah As-Sadiyyah, pada saat sedang bermain-main datanglah malaikat membelah dadanya dan mensucikan hatinya. (Diriwayatkan oleh Muslim dll)
- Pada saat beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira, Malaikat Jibril a.s. tiga kali memeluk beliau. (Diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim)
- Allah Swt. menyebut anggota badan beliau satu demi satu di dalam Al-Qur’anul-Karim : “Hatinya tidak mendustakan apa yang dilihatnya” (QS An-Najm [53]:11)
- Allah Swt. memberi nama kepada beliau Saw. “Muhammad”, berasal dari akar kata “ha ma da” (puji). Yaitu akar kata bagi salahsatu sifat Allah “Maha Terpuji” (Mahmud). Sebelum itu tidak ada orang bernama seperti nama beliau. (Diriwayatkan oleh Muslim)
- Beliau sering merasa lapar di malam hari karena tidak mempunyai makanan, namun pada keesokan harinya beliau merasa kenyang. Allah jualah yang dengan kekuasaan ghaib-Nya memberi “makan-minum” kepada beliau hingga beliau tidak merasa lapar dan haus. (Diriwayatkan oleh Muslim)
- Beliau dapat melihat apa yang berada di belakang beliau, demikian jelas seperti melihat sesuatu yang berada di depan beliau. (Diriwayatkan oleh Muslim)
- Di waktu malam gelap gulita beliau Saw. dapat melihat dengan jelas seperti di waktu siang. (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy)
- Ludah beliau Saw. dapat membuat air asin (air laut) menjadi tawar. (Diriwayatkan oleh Abu Na’im)
- Suara Beliau Saw. dapat didengar oleh orang yang berada di tempat yang biasanya ia tidak dapat mendengar suara orang lain dari jarak sejauh itu. (Diriwayatkan oleh Bukhariy)
- Beliau Saw. tidur hanya dengan mata, sedangkan hati beliau tetap tidak tidur. (Diriwayatkan oleh Bukhariy)
- Beliau Saw. samasekali tidak menguap. (Diriwayatkan oleh Abu Syaibah dll. Dikemukakan juga oleh Al-Khatthabiy)
- Selama hidup beliau Saw. tidak pernah ihtilam (mimpi syahwat), sama halnya dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya. (Diriwayatkan oleh Thabraniy)
- Keringat beliau sama sekali tidak berbau. (Diriwayatkan oleh Abu Na’im dll)
- Bila beliau Saw. berjalan di samping orang yang bertubuh lebih tinggi, beliau tampak lebih tinggi. (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy)
- Allah Swt. dengan kekuasaan-Nya memperjalankan beliau di malam hari (isra) dari Al-Masjidil-Haram di Makkah ke Al-Masjidil-Aqsha di Palestina dengan berkendaraan buraq. Kemudian Allah menaikkan (mi’raj) beliau ke alam tertinggi (Sidratul-Muntaha) yang tidak mungkin dicapai oleh makhluk Allah lainnya. (mengenai Isra, lihat Al-Qur’anul-Karim Surat Al-Isra: 1; dan peristiwa Mi’raj diriwayatkan oleh semua Imam ahli Hadits)
- Allah Swt. menurunkan para malaikat untuk berperang membantu beliau dan kaum muslimin dalam Perang Badr. (QS Ali ‘Imran [3]: 122-127)
- Allah Swt. memerintahkan semua orang beriman supaya bershalawat kepada beliau Saw. (Lihat QS Al-Ahzab [33]: 56)
- Allah Swt. menurunkan wahyu demikian banyak (Al-Qur’an) kepada beliau, padahal beliau buta huruf dan tidak pernah belajar membaca sama sekali. (QS Al-A’raf [7])
- Allah menjamin kemurnian dan kelestarian kitab suci yang diturunkan-Nya kepada beliau. (QS Al-Hijr [15]: 9)
- Allah Swt. membuat kitab suci-Nya, Al-Qur’an, mudah dihafal dan diingat. (QS Al-Qamar [54]: 17)
- Beliau Saw. diutus Allah Swt. kepada segenap ummat manusia, bukan kepada seluruh alam semesta. (QS Al-Anbiya’ [21]: 107)
- Muhammad Rasulullah Saw. adalah Nabi dan Rasul terakhir, tak ada lagi Nabi dan Rasul sesudah beliau. (QS Al-Ahzab [33]: 40)
- Beliau Saw. adalah seorang Nabi dan Rasul yang paling banyak dikaruniai mu’jizat oleh Allah Swt., agama yang dibawakannya terjamin keabadiannya dan menasakh syari’at agama yang dibawakan oleh para Nabi dan Rasul sebelum beliau. Hingga hari kiamat kelak beliau adalah seorang Nabi yang mempunyai pengikut lebih banyak dibanding dengan pengikut para Nabi sebelumnya.
- Allah memanggil para Nabi dan Rasul sebelum beliau cukup dengan menyebut nama masing-masing, sebagaimana terdapat di dalam Al-Qur’anul-Karim, seperti: “Hai Adam’, “Hai Nuh”, “Hai Ibrahim”, “Hai Dawud”, “Hai Zakariya”, “Hai Yahya” dan “Hai Isa”. Sedangkan kepada Muhammad Rasulullah Saw. Allah memanggil beliau dengan menyebut kedudukan beliau, yaitu: “Hai Nabi” dan “Hai Rasul”.
- Allah melarang kaum beriman memanggil beliau Saw. dengan hanya menyebut nama beliau. Ummat beliau dilarang memanggil “Hai Muhammad”, tetapi harus memanggilnya dengan sebutan “Ya Rasulullah”, atau “Ya Nabiyullah”. (“Hai Rasulullah”, atau “Hai Nabi Allah”). (QS An-Nur [24]: 63)
- Allah melarang kaum beriman mengeraskan suara dalam percakapan dengan beliau Saw. (QS Al-Hujurat {49}: 2)
- Allah melarang kaum muslimin memanggil-manggil beliau dari luar kediamannya. (QS Al-Hujurat {49}: 4-5)
- Malaikat Israfil tidak pernah turun mendatangi seorang Nabi pun selain Muhammad Rasulullah Saw. (Dikisahkan oleh Abdullah bin Umar Ibnul-Khattahab r.a.)
- Rasulullah Saw. adalah pemimpin anak-cucu Adam (semua manusia). (Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.)
- Setiap orang yang mati, di dalam kubur ia akan ditanya tentang beliau Saw. (Diriwayatkan oleh Muslim)
- Semua istri beliau yang ditinggal wafat, tidak seorang pun boleh dinikahkan oleh pria manapun juga, karena mereka telah beroleh kedudukan mulia dan terhormat sebagai “Ummahatul-Mu’minin” (“Para Ibu Kaum Beriman”). (QS Al-Ahzab [33]: 6)
- Semua anak putri Rasulullah Saw. dinisabkan kepada beliau.
- Putri beliau Saw. tidak boleh dimadu oleh para suaminya, sebab hal itu menusuk perasaan beliau Saw. (Diriwayatkan oleh seorang sahabat Nabi bernama Al-Musawwar bin Makhramah)
- Mimpi melihat beliau Saw. di dalam tidur sama dengan melihat beliau dalam keadaan sebenarnya, karena setan tidak dapat menyerupai dirinya dengan beliau. (Diriwayatkan oleh Muslim)
- Jasad beliau Saw. tidak rusak di dalam kubur, sama halnya dengan para Nabi dan Rasul selain beliau. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dll)
- Beliau Saw. tidak mewariskan, demikian pula para Nabi dan Rasul selain beliau. (Hadits marfu’ berasal dari Zubair dan diriwayatkan oleh An-Nasa’iy)
- Pusara belia Saw. selalu dijaga oleh malaikat yang bertugas menyampaikan shalawat dan salam yang diucapkan oleh ummatnya. (Diriwayatkan oleh Ahmad bin Hanbal dll)
- Beliau Saw. adalah orang pertama yang akan bangkit dari kuburnya pada hari kiamat. (Diriwayatkan oleh Muslim)
- Para Nabi dan Rasul terdahulu menjawab sendiri tuduhan batil yang dilancarkan oleh kaumnya masing-masing. Junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. tidak demikian halnya. Beliau tidak membantah sendiri tuduhan batil yang dilancarkan oleh musuh-musuhnya, melainkan Allah Swt. yang menjawab tuduhan-tuduhan melalui firman-Nya yang diturunkan kepada beliau.
- Terhadap patung-patung berhala Nabi Muhammad Saw. bertindak sekeras tindakan Bapak Para Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim a.s.
- Nabi Musa a.s. dikaruniai Allah mu’jizat dapat memancarkan air dari sela-sela batu. Sedangkan mu’jizat yang dikaruniakan Allah kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu dari sela-sela jari beliau memancarkan air yang sejuk untuk diminum para sahabatnya dalam satu peperangan.
- Nabi Sulaiman a.s. dikaruniai mu’jizat dapat menempuh perjalanan secepat angin sebulan. Kepada beliau Saw. Allah mengaruniai mu’jizat dapat menempuh perjalanan Isra dan Mi’raj hanya dalam waktu kurang dalam semalam.
- Allah Swt. mengaruniakan mu’jizat kepada Sulaiman a.s. dapat mengusai jin sebagai pembantu beliau, sedangkan Rasulullah Saw. dikaruniakan mu’jizat tidak hanya jin beriman kepada Allah, bahkan Allah menurunkan sejumlah Malaikat untuk memenangkan beliau dalam peperangan.
- Kepada Nabi Muhammad Saw. Allah Swt. mengaruniakan kesanggupan mengungkapkan berbagai rahasia gaib dari yang kecil hingga yang amat besar. Seperti peristiwa yang diungkapkan bekal terjadi, dan itu sebagian sudah menjadi kenyataan. (lihat ayat-ayat pertama surat Ar-Rum, lihat surat Al-Anbiya: 105)
- Ketika ahli kitab tidak memercayai Muhammad Saw. sebagai Rasul; karena beliau manusia biasa, Allah berfirman: Kalau yang hidup di bumi ini para Malaikat tentu kami turunkan dari langit Malaikat sebagai Rasul. Karena penghuni bumi itu adalah makhluk manusia maka utusan yang dikirim Allah tentu makhluk sejenis yaitu manusia. Itulah jawaban Allah kepada ahli kitab yang beranggapan bahwa seorang manusia yang diutus Allah sebelum beliau adalah “Tuhan”.
Masih banyak lagi tanda-tanda dan kenyataan-kenyataan yang menunjukan keistimewaan dan kemuliaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. Sekian. Semoga Bermanfaat, kawan! ^_^
0 komentar:
Posting Komentar